KETAPANGTERKINI – Warga Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan keluhkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus terjadi. Pemerintah dinilai terkesan lalai, lantaran hingga saat ini tidak ada solusi dalam mengatasi karhutla di Desa Palang.
“Setiap kali kebaran hutan, selalu di Desa Kami (Palang,red). Upaya yang dilakukan hanya dipadampkan, tapi tidak ada solusi dalam pencegahannya,” ungkap kesal Jhoni, (57) salah seorang masyarakat Desa Pelang, Senin (21/8/2023).
Jhoni menyebut kelalaian pemerintah pada saat 2 sampai 3 tahun terakhir tidak terjadi Karhutla. Namun tidak ada penindakan dilakukan di Desa Palang.
“Lalai, mentang-mentang tidak ada kebakaran lalu semuanya diam. Tidak ada buat sekat kanal, akses jalan semakin buruk, ditambah lagi kalau kebakaran terjadi petugas tidak dapt masuk ke lokasi karena sumber air di dalam tidak ada,” pungkasnya.
Selain sumber air, sekat kanal yang tidak dibuat pemerintah, Jhoni turut menyesalkan tindakan lain berupa hanya membuat posko saat kebakaran saja tanpa ada edukasi sebagai upaya pencegahan.
“Posko penting, tapi kan bagaimana cara mencegahnya jauh lebih penting,” tukasnya.
Terkait pencegahan, Jhoni mengatakan sejauh ini Satuan tugas (Satgas), relawan bencana Karhutla turut menjadi soroton.
“Mana satgas yang diberntuk pemerintah dan berbagai pihak ini. Bagaimana kerjanya. Ini buktinya kebakaran masih ada bahkan lebih meluas seminggu terakhir ini,” cetusnya.
Kekesalan serupa turut dilontarkan Murni (47), yang kesal karhutla terus terjadi dengan asap tebal di kawasan pelang.
“Kami ni hanya ikut pemerintah, tapi tidak juga ada perubahan di Pelang ni, asek kebakaran jak teros di tempat kami nih,” katanya.
Menurutnya, Karhuta yang terus saja terjadi mesti menjadi perhatian serius pemerintah untuk melakukan pemebenahan.
“Mau diapkan lagi, kamek nih masyarakat hanya bisa menerima menerima asap, sudahlah jalan rusak, eh makan asap lagi,” cetusnya.
Berdasarkan data Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), se Kalimantan Barat titik panas terbanyak terletak di Kabupaten Ketapang dengan jumlah mencapai 285 titik panas per 19 Agustus 2023.
Sedangkan pada 20 Agustus 2023, jumlah titik panas berkurang menjadi 463 titik panas namun tetap Kabupaten Ketapang jumlah terbanyak se Kalimantan Barat. (GUN)






