KETAPANGTERKINI – Warga Ketapang mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 Kg hingga harganya tembus Rp 35.-40 ribu rupiah di tingkat pengecer. Padahal harga HET dari Pemerintah untuk tabung Gas Elpiji 3kg yaitu Rp.18.500 per tabung
“Di pangkalan sudah mulai jarang kami dapat gas elpiji 3 Kg. Kalau pun ada pasti harganya mahal,” kata Yuni salah seorang warga di kelurahan Tengah Kecamatan Delta Pawan Ketapang , Senin (21/8/2023).
Yuni mengungkapkan, kelangkaan dan kenaikan elpiji 3 Kg di tempatnya tinggal sudah terjadi selama sepekan terakhir. Harga tiap tabung pun mencapai Rp 30-38 ribu dari harga sebelumnya Rp 22.000 tiap tabung.
“Semingguan ini mulai langka terus harganya naik. Dulu itu harganya cuma Rp 20 ribu sekarang Rp 30-38 ribu bahkan ada yang jual dengan harga 40 ribu, sekarang ini kita kesulit kalau seperti ini ,” ungkapnya.
Sementara itu ,Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Ketapang Riza menjelaskan, untuk saat ini Distribusi gas elpiji 3 Kg di pangkalan Kota Ketapang masih lancar, kalaupun ada keterlambatan pengiriman Gas 3Kg biasanya dikarenakan faktor cuaca yang membuat telatnya pasokan gas dari kota Pontianak yang menggunakan jalur laut.
Riza menambahkan, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 Kg di pangkalan resmi sebesar Rp 18.500. Pihaknya tidak bisa menjamin untuk mengontrol kenaikan harga di tingkat pengecer atau tidak resmi.
“Kalau pembelian selain di agen dan pangkalan resmi Pertamina, itu kami tidak menjamin harganya. Karena di pangkalan kami pasti harganya sesuai HET,” ucapnya. (GUN)






