Distribusi Elpiji 3 Kg di Ketapang Terindikasi Terjadi Kecurangan

FOTO : Ilustrasi

KETAPANGTERKINI – Mahal dan langkanya gas 3 kilogram, disinyalir terjadinya kecurangan penyaluran atau distribusi tabung subsidi hingga sampai ke tangan masyarakat. Indikasi kecurangan ini terjadi di tingkat pangkalan dan pengecer di Kabupaten Ketapang.

Kuota yang ditentukan sebanyak 20 persen untuk pengecer, seolah diabaikan pengkalan bahkkan dengan terang-terangan memindahkan gas subsidi tersebut untuk pengecer.

Seperti di salah satu pangkalan di ruas jalan Kota Ketapang, dimana berdasarkan pantauan di lapangan, usai gas 3 kilogram tiba di pangkalan tampak petugas di pangkalan melayani pembelian masyarakat.

Namun selang beberapa waktu tampak salah satu warga menggunakan kendaraan roda dua dilengkapi dengan keranjang untuk mengangkut tabung gas di pangkaalan tersebut secara berulang.

Tak hanya di satu pangkalan saja, melayani pengecer yang diangkut berulang ini turut terjadi di pangkalan lain yang juga di Kota Ketapang.

Pengangkutan berulang ini tidak hanya terjadi pada 1 orang pengangkut yang diduga pengecer saja, melainkan terdapat beberapa orang yang berbeda melakukan hal sama.

Diberitakan sebelumnya, https://www.ketapangterkini.com/tembus-di-harga-45-ribu-bahkan-langka-persoalan-gas-3-kilogram-di-ketapang-mesti-ditangani-serius/, sejak tiga pekan terkahir mayarakat mengeluhkan mahalnya gas elpiji 3 kilogram yang harganya tembus Rp45 ribu di Kota Ketapang.

Tidak hanya mahal, si ijo yang diperuntukkan masyarakat miskin ini turut angka sejak tiga pekan terkahir.

Sementara dibalik indikasi praktek kecurangan penjualan elpiji tiga kilogram, pangkalan terntu malah melakukan pengetatan pendistribusian sesuai ketentuan pemerintah.

Salah satunya pangkalan Gusti Sefriza di Jalan Agus Salim Ketapang, yang memberlakukan identitas diri berupa KTP dan KK pada masyarakat yang membeli elpiji tiga kilogram.

“Per Januari kita sudah mulai sistem merchan,” ujarnya.

Menurut  Sefriza, ketentuan yang diberlakukan pemerintah ini turut membantu pangkalan dalam mendistribusikan gas subsidi.

“Agak dipermudah oleh pemerintah untuk mendapatkan gas, dengan membawa ktp dan kk saja,” terangnya.

Dimudahkan lantaran dengan menggunakan KTP dan KK, pangkalan dapat mengetahui warga yang benar merupakan di lingkungan pangkalan.

“Makanya kita sekarang ada kartu, biar bisa mendeteksi mana orang yang ada di sekitar kita dan sisanya untuk warga luar yang dapat kita bantu,” tegasnya.

Sefriza menyebut, dari tanggal 25  Desember 2023 pihaknya sempat tidak mendapatkan pasokan lantaran menyangkut dengan regulasi.

“Insya Allah Januari ini sudah normal lagi seperti biasa, lugas Sefriza. (GUN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *