2 Bulan Tak Dialiri PDAM, Warga Komplek Villa Kota Intan 1 Ancam Geruduk PDAM Ketapang

FOTO : Hendi, salah seorang warga Komplek Villa Kota Intan 1 saat mengeluhkan air PDAM tidak mengalir. Gun

KETAPANGTERKINI – Tidak teraliri air Persuahaan Daerah (Perusda) Air Minum Tirta Pawan (PDAM) Ketapang sejak dua bulan terakhir, Warga Komplek Villa Kota Intan 1, Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang ancam seruduk kantor PDAM Ketapang.

“Biarpun disedot, kami sedot angin. Sedangkan didepan mengalir kalau disedot, tapi kami tidak bisa disini. Mungkin pendorongnya kurang kuat,” ungkap Hendri, warga Komplek Komplek Villa Kota Intan 1, Kamis (23/8/2023) malam kemarin.

Read More

Warga mengaku persoalan ini pernah disampaikan ke PDAM dan ditanggi dengan mendatangi serta memperbaiki pipa, namun hingga saat ini tidak tetap saja air tidak mengalir.

“Bukannya kami tidak mau cari alternatif lain, tapi kenapa pihak PDAM bagaimana caranya memprioritaskan aliran kami ini,” paparnya.

Meski air tidak mengalir, namun rentang waktu pembayaran warga mengaku tetap membayar beban padahal tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.

“Tahunya kami sebagai konsumen, begitu diputar keran sudah berjalan. Tapi kami bayar beban setiap hari,” cetusnya.

Lantaran menjadi kebutuhan sehari-hari, beberapa warga sempat membuat kolam di sekitar rumah.

“Kami buat air sumur, airnya kuning dan bau. Makanya pakai ledeng, tapi kondisinya tidak mengalir. Itu jak yang kami harapkan,” katanya.

Sementar alternatif lain, beberapa diantaranya membeli air pam atau tangki dengan biaya per tangki mencapai 150 ribu dengan 2 hari pemakaian.

“Beli air tangki ada yang 150 ada 200, kalau dihitung dalam sebulan bisa mencapai 2 juta hanya untuk air,” tukasnya.

Ungkapan kekesalan serupa turut disampaikan Hendri.

“Warga sudah ada yang kumpul-kumpul, tapi sementara dapat kami redam lah saat ini,” katanya.

Hendri menyebut jika dalma waktu dekat tidak ada perubahan dan air masih tetap tidak mengalir, ia bersama warga lain akan mendatangi kantor PDAM Ketapang.

“Kemungkinan ada rencana, kami sudah gerah. Karena tidak ada tindaklanjut, tidak ada solusi,” tegasnya.

Sementara Ketua RT setempat, Herman menyebut sejauh ini memang sudah bebrapa kali warga melapor hendak melakukan aksi ke kantor PDAM, namun berhasil direda.

“Waktu itu masih bisa kami redam, kalau bisa jangan kesana, biar kami saja. Tapi kalau kedepan saya tidak bisa menahan lagi,” katanya.

Lantaran menjadi kebutuhan, Herman beraharap PDAM dapat melakukan peninjauan langsung dan memastikan Warga Komplek Villa Kota Intan 1 bisa menikmati air bersih PDAM.

“Kalau bisa terlayani lah mereka dengan air bersih ini, karena sudah menjadi kebutuhan,” tutupnya. (GUN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *