KETAPANGTERKINI – Dianggap demam biasa dan lalai melakukan pencegahan, menjadi dasar tingginya DBD di Kabupaten Ketapang. Meski kasusnya melandai, namun per 27 Agustus 2023 tercatat 338 kasus yang ditangani fasilitas kesehatan.
“Kadang-kadang masyarakat yang lupa untuk berobat, sehingga datang ke rumah sakit dalam keadaan parah,” ungkap dr. Khairul Bahri Tambunan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rabu, (30/8/2023).
Selain melakukan merawat dan menangani korban dbd, fasilitas kesehatan di Kabupaten Ketapang berupaya melakukan pencegahan terhadap kasus DBD. terlebih tercatat sebanyak 338 kasus dbd yang ditangani yang sebagian besar korban dalam kondisi cukup parah hingga dilarikan ke rumah sakit.
“Jangan hanya minum obat saja, langsung bawa ke rumah sakit,” tukasnya.
Khairul Bahri Tambunan mengatakan, selain memperhatikan kebersihan lingkungan, penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan DBD mesti dilakukan masyarakat.
“Pencegahan dengan melakukan 3m Plus. menguras penampungan air,menutup penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas dan menggunakan lotion,” terangnya.
Sementara Bupati Ketapang, Martin Rantan mengatakan, karena saat ini merupakan musim endemik nyamuk DBD, masyarakat diminta untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat. Terlbih jangan menganggap hanya demam biasa, dan terus meningkatkan kewaspadaan.
“Berpolda hidup sehat, dari sisi lingkungan atau tempat tingal, makanan, aturan kesehatan yang dipedomani harus diiukuti,” katanya.
Bupati menambahkan, “Melakukan antisipasi, kalau daerah itu ternyata endemi DBD, maka harus perkuat dan aktif memantau kesehatan masyarakat,” tutupnya. (GUN)






