Ketapangterkini – Sejumlah pasar juadah yang ada di kota Ketapang mengaku sepi pembeli. Di H-15 Ramadan ini, banyak kue-kue yang tak terjual habis, akibatnya para pedagang yang umumnya ibu-ibu ini merasa kurang semangat karena dagangannya kurang laku.
Salah satu pedagang kue asal Ketapang, Yuli (40), mengaku biasanya meraup untung saat bulan puasa, namun pada tahun ini kini kondisinya berbeda. Ia tidak tahu apa penyebabnya, sementara jumlah pedagang juga sama dengan tahun yang lalu. Saat naiknya harga berbagai kebutuhan menjelang Lebaran ini membuat para UKM kuliner ini kualahan, “ucapnya saat mengantar titipan kue dialah satu pasar takjil Ketapang (7/3/23).
Selain itu, keluhan yang sama juga disampaikan Adi (35), pedagang kue gorengan di kawasan Simpang Empat RSU Agusdjam Ketapang. Sejak hari pertama puasa, penjualan belum tampak terasa ramai, antusias pembeli pasar juadah ini agak berkurang, padahal suasana masih bulan muda. Akibatnya, jajanan yang tak laku ini ia sedekahkan ke tetangga. Ia berharap di ujung Ramadan biasanya pembeli lebih banyak, karena para pedagang dadakan semakin berkurang. Selain itu, banyak dari para ibu-ibu ini konsentrasi untuk membuat kue Lebaran. Saat inilah ia berharap akhir Ramadan penjualannya akan lebih banyak, “imbuhnya.” (jhon)






