KETAPANGTERKINI-Tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia 2024, momen untuk mengingat pentingnya pohon sebagai penopang kehidupan di Bumi. Peringatan ini diprakarsai oleh J. Sterling Morton, seorang jurnalis dan pencinta alam asal Nebraska, AS, yang pada 10 April 1872 memulai aksi monumental dengan menanam sejuta pohon dalam perayaan Arbor Day. Semangat Morton kini menginspirasi banyak negara untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui penghijauan.
Di Indonesia, Hari Pohon Sedunia menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Pohon bukan hanya sekedar pelengkap lanskap, tetapi juga memiliki peran vital dalam menyerap karbon, mencegah banjir, menjaga kesuburan tanah, dan mengatur iklim. Dalam konteks pembangunan, penghijauan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat dan inklusif.
Untuk masyarakat, partisipasi dalam menjaga dan menanam pohon bisa dimulai dari langkah sederhana:
1. Menanam pohon di pekarangan rumah atau di lahan kosong yang tersedia.
2. Merawat pohon yang sudah ada, seperti memastikan mereka mendapatkan air yang cukup.
3. Mengurangi penggunaan kertas dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai upaya menghemat pohon.
4. Ikut serta dalam program penghijauan lokal, seperti aksi menanam pohon di sekolah, kantor, atau lingkungan sekitar.
Dengan langkah-langkah kecil ini, setiap individu dapat berkontribusi untuk membangun daerah yang lebih hijau dan Indonesia yang lebih sejuk, sehat, dan berkelanjutan. Mari kita wujudkan masa depan yang lebih baik, dimulai dari menanam satu pohon hari ini.(Kom)






