Diskusi Penyusunan Kesepakatan Program Restorasi Mangrove di Desa Sungai Bakau

KETAPANGTERKINI -Sebuah diskusi penting mengenai penyusunan kesepakatan program restorasi mangrove telah berlangsung di kantor Desa Sungai Bakau, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian lingkungan, termasuk Kepala Desa Sungai Bakau, Bapak Ahmad Nasir, yang membuka acara secara resmi dan memberikan sambutan.Kamis 23 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Bapak Ahmad Nasir menyatakan dukungan dan persetujuan penuh kepada Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) untuk melaksanakan program restorasi mangrove berbasis masyarakat di Desa Sungai Bakau. “Kami sangat mendukung inisiatif YIARI untuk melakukan restorasi mangrove di desa kami. Ini adalah langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Markolaus Sutopo, Manager Program Community Development YIARI, juga hadir dan memberikan sambutan. Dalam pidatonya, Sutopo menjelaskan pendekatan holistik yang dilakukan oleh YIARI. “YIARI tidak hanya peduli pada isu satwa saja, tidak hanya berfokus pada pelestarian orang utan, tetapi juga manusia dan lingkungan,” kata Sutopo. Ia menekankan pentingnya menjaga ekosistem mangrove untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam diskusi dengan Kepala Desa Ahmad Nasir, Sutopo mendorong terwujudnya peraturan desa tentang pengelolaan mangrove. “Peraturan desa yang mendukung pengelolaan mangrove sangat penting untuk memastikan keberlangsungan upaya restorasi ini,” jelas Sutopo. Ia juga menyampaikan bahwa YIARI telah memulai kegiatan restorasi mangrove sejak tahun 2021 di beberapa desa di Kabupaten Ketapang, seperti di Sungai Besar, Sungai Awan Kiri, dan Sungai Putri.

Kepala Desa Ahmad Nasir mengapresiasi inisiatif YIARI dan menyatakan bahwa program ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Sungai Bakau. “Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di desa kami,” tambahnya.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan awal untuk melanjutkan koordinasi dan tindakan nyata dalam upaya restorasi mangrove di Desa Sungai Bakau. Semua pihak yang hadir berkomitmen untuk bekerja sama demi masa depan yang lebih baik bagi lingkungan dan masyarakat setempat.(jhon)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *