KETAPANGTERKINI – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil Kalimantan Barat, Daniel Johan melakukan kunjungan ke komunitas perempuan The Power of Mama di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Senin, 19 Juni 2023.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Ketapang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kedatangan anggota komisi DPR yang membidangi pertanian, kelautan, lingkungan hidup dan kehutanan ini disambut langsung oleh Direktur Utama Yayasan IAR Indonesia (YIARI), Karmele Llano Sanchez.
Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam The Power of Mama menyambut hangat kedatangan Daniel Johan dan tidak melewatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan harapan-harapan mereka. Ibu-ibu ini dengan semangat menceritakan kegiatan mereka melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan sosialisasi dan patroli di desa mereka masing-masing termasuk juga melakukan pemadaman. Mereka juga berkisah tentang bagaimana mereka bertani secara berkelanjutan sembari menjaga lingkungan.
Dalam kesempatan ini Daniel Johan menyatakan dukungannya kepada komunitas The Power of Mama dan YIARI. “Saya mendukung apa yang dilakukan YIARI bersama masyarakat karena ancaman terbesar Indonesia, ancaman terbesar dunia saat ini, selain krisis pangan adalah bencana alam sehingga segala upaya yang bisa kita lakukan untuk mengkonservasi, menjaga, merehabilitasi, melindungi, memberikan dukungan terhadap kekuatan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi sangat penting. YIARI bersama masyarakat sudah melakukan seluruh proses itu, cukup lama sehingga perannya menjadi sangat penting untuk kelestarian alam, pelestarian lingkungan,”ujar Daniel Johan.
Politisi kelahiran 10 April 1972 ini juga menegaskan perlunya upaya-upaya nyata berkolaborasi dan berkomitmen dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjaga alam. “Memastikan sumber – sumber daya hayati itu terjaga dengan baik, adalah bagian dari komitmen untuk mendukung dan menjaga Indonesia agar bencana tidak menjadi ancaman yang semakin serius untuk Indonesia, untuk bumi, dan manusia. Sehingga bukan hanya dalam konservasi, tetapi kita juga mengapresiasi YIARI dalam memberikan penguatan kepada masyarakat di bidang pertanian, di bidang nelayan, perhutanan sosial, hutan adat, dan perekonomian masyarakat. Semua upaya ini perlu kita dukung demi masa depan Indonesia, demi masa depan dunia, dan demi kelangsungan hidup manusia,” ujarnya menambahkan.
Direktur Utama YIARI mengapresiasi kunjungan kerja Daniel Johan. “Ini bukan kali pertama Pak Daniel Johan mengunjungi dan menyerap aspirasi serta mewujudkan harapan-harapan masyarakat di daerah ini. Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih karena beliau berkenan datang kembali dan mau mendengar harapan-harapan masyarakat secara langsung. Kami berharap kunjungan ini akan berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, terutama dalam memberikan contoh bagi para pemimpin daerah dan nasional akan perlunya berkunjung, berkomunikasi, dan bersinergi dengan akar rumput secara kontinyu dan berkomitmen.”
The Power of Mama merupakan komunitas yang terdiri dari para perempuan lintas generasi, terutama kaum ibu yang tinggal di desa – desa di Ketapang, Kalimantan Barat. Komunitas ini memiliki kegiatan yang bertujuan mendorong kaum perempuan dan para ibu sebagai pelopor dalam menggerakkan kesadaran masyarakat di desa tempat mereka tinggal untuk peduli terhadap lingkungan, terutama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian alam di kawasan tempat mereka tinggal. Komunitas yang diinisiasi oleh YIARI ini beranggotakan 89 perempuan yang berasal dari enam desa di tiga kecamatan di Kabupaten Ketapang yaitu Desa Pematang Gadung dan Sungai Besar di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Desa Sungai Awan Kiri dan Sukamaju di Kecamatan Muara Pawan, serta Desa Sungai Putri dan Kuala Tolak di Kecamatan Matan Hilir Utara.
Komunitas yang baru saja merayakan ulang tahun pertamanya pada 9 Juni lalu ini berfokus pada isu-isu lingkungan terutama kebakaran hutan kebun dan lahan di sekitar lingkungan desa mereka masing-masing. Komunitas ini terbentuk dengan kesadaran perempuan harus lebih berdaya dan terlibat aktif dalam mencegah ancaman kebakaran hutan kebun dan lahan dengan melakukan sosialisasi dan patroli keliling desa. Harapannya komunitas ini bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas anggotanya sebagai perempuan yang bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan perubahan positif bagi lingkungannya.(Jhon)






