KETAPANGTERKINI – Dampak el nino dengan cuaca panas, masyarakat diminta tidak membakar lahan meski dengan kearifan lokal guna meminimalisir karhutla yang terus mengalami peningkatan di kabupaten ketapang.
Cuaca panas yang terjadi belakangan sebagai dampak el nino, turut disusul terjadinya karhutla di kabupten ketapang. Kebakaran ini baik di lahan masyarakat, hingga sampai ke lahan konsesi milik perusahaan yang peningkatannya terjadi sepakena terkahir.
Meski diperbolehkan membuka lahan dengan cara memabakar, berdasarkan perda nomor 1 tahun 2022 menyangkut kearifan lokal, dimana lahan yang boleh dibakar tidak melebihi 2 hektar namun masyarakat diminta untuk menahan diri dengan tidak melakukan pembakaran.
“Mengigat cuaca panas ditambah dengan kebakaran yang terus meluas akan berdampak buruk dengan aktivitas masyarakat luas,” ungkap AKBP Tommy Ferdian, kapolres ketapang, minggu (20/8/2023)
Kapolres mengatakan, pihaknya mengajak suluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar, mengingat asap sudah mulai dirasakan di kabupaten ketapang.
“Minimalisir atau bahkan dihentikan membuka lahan dengan cara membakar,” pinta Kapolres.
Ungkapan serupa turut diminta Kepala BPDB Ketapang, Yunifar Purwantoro, agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar meski dengan kearifan lokal berdasarkan peraturan.
“Memang da regulasi yang membolehkan, tapi kami menghimbau tidak untuk membakar,” katanya.
Yunifar Purwantoro menyebut saat ini memang memasuki musim tanam, namun persoalan karhutla turut mesti menjadi perhatian serius tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakat, terlebih pemilik lahan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Tolong tahapan demi tahapan yang menjadi regulasi itu diperhatikan, termasuk daerah konsesi agar membantu kita dan bertanggung jawab di dawerah konsesi mereka sendiri,” tutupnya. (GUN)






