Bupati Ketapang: Kebangkitan Ketapang Lewat Gotong Royong dan Pelestarian Budaya  

KETAPANGTERKINI– Dalam suasana khidmat Halal Bihalal di Desa Riam Bunut, Senin (5/5) Malam, Saya sebagai Bupati Ketapang menyampaikan visi pembangunan yang mengedepankan semangat gotong royong dan pelestarian budaya lokal sebagai kunci kemajuan daerah.

Acara yang dihadiri tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat setempat, diawali dengan penampilan pencak silat yang memukau, menunjukkan semangat kebersamaan yang kental.

Menanggapi penampilan tersebut, Saya langsung mengumumkan Festival Pencak Silat tahunan dengan hadiah utama Piala Pendekar Wira Utama. Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga upaya serius untuk melestarikan warisan budaya leluhur.

Acara ini akan diramaikan dengan berbagai seni budaya tradisional lainnya, seperti Tari Jepin dan Begendang Tar, menciptakan perpaduan harmonis antara seni bela diri dan kekayaan budaya Ketapang.

Saya menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan infrastruktur. Saya mendorong semangat gotong royong untuk menangani perbaikan-perbaikan kecil di tingkat desa, mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah kabupaten. “Kemajuan Ketapang ada di tangan kita bersama.”

Sebagai bukti komitmen nyata, Saya juga menyampaikan terkait akses listrik di Sungai Laur yang selama ini menjadi kendala. Saya telah berkoordinasi dengan PLN dan memastikan penyelesaian masalah ini. Selain itu, peningkatan akses internet juga terus diupayakan melalui kerjasama dengan provider telekomunikasi.

Saya komitmen untuk pembangunan yang berkeadilan dan merata, mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat Ketapang. Kebangkitan Ketapang, menurutnya, terletak pada semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Halal Bihalal di Desa Riam Bunut menjadi momentum penting untuk mengukuhkan tekad tersebut.(Om)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *