Besi Tertancap Di Badan Jalan, Pelaksana Pekerjaan Jembatan di Jalan Kolonel Sugiono Diminta Tanggap

KETAPANGTERKINI – Berada tepat di badan jalan, masyarakat keluhkan pengerjaan jembatan di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.

“Kalau jatuh belum ada, tapi mendadak ngerem mendadak banyak. Kita sebagai masyarakat minta supaya sama-sama aman lah,” ungkap Anggono (52), salah seorang warga sekitar, Rabu (13/8/2023).

Konstruksi bangunan yang memakan lebih dari setengah dan jalan ini diperparah dengan puluhan besi tertancap tertancap di badan jalan, sehingga membahkayakan pengguna jalan yang melintas.

“Kondisi dari awal dibangun sejak sekitar 2 minggu lalu seperti itu,” terangnya.

Anggono menyebut beberapa waktu lalu masyrakat sekitar sempat endatangi jembatan yang tengah proses pmebangunan tersebut dengan keluhan yang sama.

“Kemarin banyak yang datang, ada yang bilang ketinggian, tapi yang lebih menjadi sorotan adalah besi yang tertancap itu,” tukasnya.

Sementara keluhan lain mengangkut penerangan, dimana banyak pengedara merasa silau dengan penerangan yang diberikan sehingga tidak menyadari adanya pengerjaan jembatan.

“Banyak yang protes, makanya kita tinggikan. Itu lampu dari kami, orang yang mengerjakan kembatan minta ada penerangan,” tuturnya.

Selain Sugiono, keluhan juga turut disampaikan Hendri (40), salah seorang poengendara yang meniai besi yang masih tertancap itu akan membahakayakan masyarakat.

“Semestinya ada safety seperti pengahalang, karena bisa saja motor, kaki tersangkut karena besinya mencuat keluar di tengah jalan seperti ini,” paparnya.

Hendri menyebut, apapun pembangunan yang dilakukan masyarakat pasti memberikan dukungan, namun persoalan keselamatan mesti diperhitungkan matang oleh pelaksana pekerjaan.

“Kita sangat dukung pembangunan, tapi jangan abaikan keselamatan masyarakat juga. Coba kalau samapi ada korban jatuh, tertancap besi yang terpampang seperti ini, kan bisa jadi masalah,” cerusnya.

Menyikapi persoalan ini, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh menegaskan agar pelaksana pengerjaan jembatan ini agar segera memasang rambu, pembatas serta lampu peringatan bahaya di lokasi pengerjaan jembatan.

“Harus dipasang lampu tanda bahaya agar malam hari bisa memberikan tanda kepada masyarakat yang lewat. Intinya dengan adanya pembangunan rehap jembatan tersebut bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Politisi partai Golongan Karya (Golkar) ini menyebut menyangkut teknis, pekerjaan tersebut sudah benar. Sisa besi yang dilebihkan, akan dipergunakan untuk melanjutkan pengecoran disebelahnya. Hanya saja ia menyayangkan, pelaksana proyek lalai dalam segi keamanan.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang, Dennery, enggan memberikan komentar terkait persoalan ini. (GUN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *